Dalam rangka melaksanakan program kerja TA 2024, Pusat Penelitian dan Pengkajian Maritim (Pusjianmar) Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) melaksanakan penelitian kemaritiman di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan tema “Analisis Pemberdayaan Potensi Maritim di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai Komponen Pendukung dan Potensi Menjadi Komponen Cadangan untuk Memperkuat Pertahanan Negara di Laut.” Penelitian ini dipimpin oleh Wakapusjianmar, Kolonel Laut (P) Golkariansyah, bersama tim peneliti dari Pusjianmar Seskoal yaitu Kolonel Laut (KH/W) Amimul Ummah Bay, S.Pd., MintIst, M.Tr.Hanla., M.M., Mayor Laut (P) Yudiono, Serma Mes Oki Haris Trio Nugroho, S.H., dan PNS M. Fahrurrozi. Penelitian dilaksanakan selama empat hari mulai tanggal 21 sampai dengan 24 Oktober 2024.
Fokus utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dengan segala potensi maritim yang dimilikinya, dapat dijadikan komponen cadangan dan komponen pendukung yang siap memperkuat sistem pertahanan negara, khususnya di sektor maritim. Daerah yang terletak di jalur pelayaran internasional ini memiliki posisi strategis dan sejumlah potensi besar yang dapat diperankan dalam mempertahankan kedaulatan negara, baik sebagai bagian dari komponen pendukung pertahanan maupun komponen cadangan yang siap diaktifkan dalam kondisi darurat.
Bangka Belitung: Potensi Strategis sebagai Komponen Cadangan
Kolonel Laut (P) Golkariansyah dalam keterangannya menegaskan bahwa Bangka Belitung memiliki posisi yang sangat penting dalam konteks pertahanan maritim Indonesia. Selain kaya akan sumber daya alam, baik di darat maupun laut, provinsi ini juga berada di kawasan jalur pelayaran yang dilalui oleh kapal-kapal perdagangan internasional. Hal ini menjadikan Bangka Belitung tidak hanya sebagai wilayah yang penting dari sisi ekonomi, tetapi juga sangat strategis dalam konteks keamanan maritim. “Penelitian ini berfokus pada potensi Bangka Belitung sebagai komponen cadangan yang dapat diperdayakan ketika dibutuhkan untuk memperkuat pertahanan negara. Ini mencakup pemberdayaan potensi maritim, pengelolaan pelabuhan, serta kesiapan sistem pertahanan wilayah yang dapat diperluas sesuai dengan kebutuhan pertahanan nasional,” ujar Kolonel Golkarianyah.
Bangka Belitung dinilai memiliki beberapa industri jasa maritim (Injasmar) yang sangat strategis guna mendukung komponen utama sebagai komponen pendukung jika diperlukan dalam keadaan darurat. Subyek penelitian di Bangka Belitung meliputi Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Bangka Belitung, PT. Pelindo, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, PT. Pahala Harapan Lestari, PT. Mina Muara Emas, dan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Penelitian ini juga mengkaji bagaimana penguatan infrastruktur pelabuhan dan fasilitas maritim lainnya dapat menjadikan Bangka Belitung sebagai titik cadangan yang siap mendukung operasi militer atau kebutuhan logistik Angkatan Laut Indonesia.
Komponen Cadangan dalam Sistem Pertahanan Negara
Menurut Kolonel Laut (P) Golkariansyah, keberadaan Bangka Belitung sebagai komponen cadangan dalam sistem pertahanan Indonesia sangat penting. Sebagai komponen cadangan, daerah ini dapat diaktifkan dalam keadaan darurat atau krisis, dimana kekuatan pertahanan negara perlu didorong lebih maksimal melalui pemberdayaan potensi yang ada. Komponen cadangan ini meliputi baik fasilitas fisik, seperti pelabuhan dan sarana logistik, maupun sumber daya manusia yang terlatih untuk mendukung pertahanan maritim.
“Konsep komponen cadangan dalam pertahanan negara adalah tentang kesiapan suatu wilayah untuk diperkuat dan dimobilisasi ketika dibutuhkan. Dalam hal ini, Bangka Belitung memiliki banyak potensi yang dapat menjadi kekuatan cadangan yang sangat berharga bagi Indonesia, khususnya di sektor kemaritiman,” tegas Kolonel Golkariansyah.
Komponen cadangan ini tidak hanya terkait dengan kesiapan fisik infrastruktur, tetapi juga dengan pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, pendekatan dan pengenalan cinta tanah air serta bela negara harus diterapkan kepada masyarakat maritim Bangka Belitung oleh personel TNI Angkatan Laut yang bertugas di wilayah ini juga menjadi bagian dari rekomendasi penelitian.
Rekomendasi untuk Pengembangan Komponen Cadangan
Hasil penelitian ini diharapkan akan menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis untuk mengoptimalkan Bangka Belitung sebagai komponen cadangan dalam mendukung pertahanan negara. Beberapa aspek yang menjadi fokus dalam rekomendasi tersebut antara lain:
– Peningkatan Infrastruktur Maritim: Pengembangan dan penguatan pelabuhan serta fasilitas logistik lainnya untuk memastikan kesiapan operasional dalam situasi darurat.
– Kesiapan Sumber Daya Manusia: Program pelatihan dan pendidikan untuk personel militer dan masyarakat lokal agar dapat bekerja sama dalam mendukung kebutuhan pertahanan maritim.
– Sinergi antara Pemerintah Daerah dan TNI Angkatan Laut: Kolaborasi antara pemerintah daerah dan institusi pertahanan untuk membangun kebijakan yang mendukung pemberdayaan potensi maritim sebagai bagian dari pertahanan negara.
Membangun Ketahanan Maritim Indonesia
Penelitian ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat ketahanan maritim Indonesia. Kolonel Golkariansyah menekankan pentingnya integrasi antara sektor ekonomi, keamanan, dan pertahanan dalam membangun Indonesia sebagai kekuatan maritim yang tangguh. “Melalui pemberdayaan potensi daerah-daerah seperti Bangka Belitung sebagai komponen cadangan, kita tidak hanya membangun ketahanan maritim, tetapi juga memastikan bahwa setiap wilayah Indonesia dapat berkontribusi dalam memperkuat negara dalam menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.
Dengan hasil penelitian ini, Pusjianmar Seskoal berharap dapat memberikan kontribusi besar dalam merumuskan kebijakan strategis yang berpengaruh dalam rangka memperkuat pertahanan negara, serta memastikan keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat yang berada di kawasan maritim penting seperti Bangka Belitung.









