Transisi Blue Water Indonesia, Kapusjianmar Seskoal Tekankan Pentingnya Kapabilitas High-Value ASW/AAW

Jakarta, 25 Februari 2026 — Kepala Pusat Pengkajian Maritim (Kapusjianmar) Seskoal Laksamana Pertama TNI Salim, S.E., M.Phil., M.Tr.Opsla diundang sebagai salah satu pembicara dalam webinar yang diselenggarakan oleh PT. Semar Sentinel Indonesia bertema “Indonesia’s Blue Water Transition: Why High-Value ASW / AAW Assets Will Decide Its Credibility”. Kegiatan ini menghadirkan para pemangku kepentingan strategis di bidang pertahanan dan kemaritiman guna membahas arah transformasi postur TNI Angkatan Laut menuju kekuatan laut berkemampuan blue-water yang kredibel.

Webinar tersebut bertujuan untuk menjelaskan secara operasional makna dimensi “high-value” dalam konteks transisi menuju postur blue-water, khususnya terkait kapabilitas Anti-Submarine Warfare (ASW) dan Anti-Air Warfare (AAW) berkemampuan tinggi. Diskusi menekankan bahwa ekspansi armada secara kuantitatif tidak selalu berbanding lurus dengan kredibilitas operasional apabila lapisan kapabilitas high-end—terutama ASW dan AAW—masih terbatas atau belum terintegrasi secara memadai dalam konsep operasi terpadu.

Lebih lanjut, forum ini juga mengeksplorasi trade-off strategis dari konsentrasi kapabilitas pada sejumlah kecil aset bernilai tinggi, termasuk tantangan dalam aspek survivabilitas, sustainment, dan integrasi sistem. Selain itu, para pembicara mengidentifikasi indikator konkret untuk menilai apakah program akuisisi dan modernisasi yang diumumkan benar-benar membangun fondasi angkatan laut blue-water yang kredibel dalam satu dekade mendatang.

Dalam paparannya, Kapusjianmar menekankan bahwa kredibilitas kekuatan laut tidak hanya ditentukan oleh jumlah platform, melainkan oleh kedalaman kapabilitas tempur, interoperabilitas, kesiapan operasional, serta integrasi sistem senjata dan sensor dalam suatu arsitektur peperangan maritim yang berlapis. Perspektif akademik-strategis tersebut memperkaya diskursus mengenai pentingnya pendekatan berbasis kapabilitas (capability-based planning) dalam pembangunan kekuatan TNI AL ke depan.

Selain Kapusjianmar, webinar ini juga menghadirkan Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut Laksda TNI Yayan Sofiyan, perwakilan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, Indonesia Defence Magazine, serta kalangan akademisi sebagai pembicara. Peserta yang berpartisipasi berasal dari berbagai unsur, meliputi lembaga dan kementerian/institusi (L/K DI), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sektor swasta, serta para ahli dan pengamat pertahanan. Kegiatan ini mencerminkan sinergi antara unsur pemerintah, militer, industri, dan komunitas strategis dalam memperkuat pemahaman bersama terhadap arah pembangunan kekuatan laut nasional.

Melalui forum ilmiah seperti ini, diharapkan terbangun landasan konseptual yang kokoh dalam mewujudkan TNI Angkatan Laut yang profesional, modern, dan tangguh sebagai komponen utama pertahanan negara di laut.

pusjianmar.id

Scroll to Top