
Jakarta – Kepala Pusat Pengkajian Maritim (Kapusjianmar) Seskoal Laksamana Pertama TNI Salim, S.E., M.Phil., M.Tr.Opsla menghadiri undangan sebagai salah satu narasumber dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Satuan Operasi Angkatan Laut (Sopsal) pada Senin (13/4/2026), bertempat di Selasar Bawah Denma Mabesal, Cilangkap, Jakarta.
Kegiatan FGD tersebut mengangkat tema “Transformasi Konsep Bertempur Matra Laut Melalui Implementasi dan Integrasi Seabed, Information, Cyber, and Psychological Warfare Level Taktis dan Teknis”, yang dipimpin oleh Paban V Straops dan Diplomasi Sopsal. Forum ini menjadi wadah strategis dalam merumuskan penguatan konsep operasi TNI Angkatan Laut yang adaptif terhadap dinamika lingkungan strategis dan perkembangan teknologi peperangan modern.

Dalam kesempatan tersebut, Kapusjianmar Seskoal menyampaikan paparan berjudul “Perisai Maritim Terpadu: Seabed, Information, Cyber, and Psychological (SICP) Warfare untuk TNI Angkatan Laut, Transformasi Konsep Bertempur Matra Laut”. Paparan tersebut menekankan pentingnya integrasi lintas domain dalam menghadapi spektrum ancaman multidimensi, khususnya pada ranah bawah laut (seabed), informasi, siber, dan psikologis.
Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa konsep SICP Warfare merupakan pendekatan komprehensif yang mengedepankan sinergi antara kapabilitas teknologi, penguasaan informasi, serta kesiapan sumber daya manusia guna menciptakan keunggulan operasional di tingkat taktis dan teknis. Hal ini sejalan dengan tuntutan transformasi TNI Angkatan Laut dalam menghadapi tantangan peperangan modern yang semakin kompleks, termasuk ancaman grey zone dan peperangan non-kinetik.

Kegiatan FGD ini diharapkan dapat menghasilkan rumusan konseptual yang aplikatif dan implementatif dalam mendukung penyusunan doktrin serta strategi operasi TNI Angkatan Laut ke depan, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan dalam menjaga kedaulatan dan keamanan maritim nasional.

pusjianmar.id




