Koarmada RI Gelar FGD Strategis Bahas Konflik Iran–Amerika–Israel, Kapusjianmar Paparkan Perspektif Keamanan Maritim

Jakarta, 28 April 2026 — Kepala Pusat Pengkajian Maritim (Kapusjianmar) Seskoal, Laksamana Pertama TNI Salim, S.E., M.Phil., M.Tr.Opsla., menghadiri undangan Panglima Komando Armada Republik Indonesia (Pangkoarmada RI) sebagai salah satu narasumber dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang membahas eskalasi konflik Iran–Amerika–Israel. Kegiatan dilaksanakan secara tatap muka dan melalui video conference, bertempat di Lounge RI Matjan Tutul Mako Koarmada RI, Jakarta.

FGD ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, yakni Bapak Andi Widjajanto, S.Sos., M.Sc., Ph.D., Laksamana Muda TNI Ir. Supo Dwi Diantara, S.T., M.Tr.Opsla., IPU., ASEAN Eng. (Kepala Badan Pemeliharaan dan Perawatan Pertahanan Kementerian Pertahanan RI), Laksamana Muda TNI Dato Rusman S.N., S.E., M.Si., M.Tr.Opsla. (Pangkoarmada III), serta Laksamana Pertama TNI Salim, S.E., M.Phil., M.Tr.Opsla. (Kapusjianmar Seskoal).

Kegiatan FGD ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif dinamika dan potensi eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, serta implikasinya terhadap stabilitas keamanan global dan kawasan Indo-Pasifik, termasuk dampaknya terhadap kepentingan nasional Indonesia di bidang maritim.

Dalam forum tersebut, Kapusjianmar Seskoal memaparkan materi berjudul “Navigasi Bebas Aktif di Tengah Badai: Implikasi Konflik Iran–Amerika–Israel Terhadap Strategi Diplomasi Indonesia 2026.” Paparan tersebut menyoroti pentingnya konsistensi politik luar negeri bebas aktif Indonesia dalam menghadapi dinamika geopolitik global yang semakin kompleks, khususnya di kawasan Timur Tengah. Selain itu, disampaikan pula implikasi strategis terhadap stabilitas kawasan, jalur perdagangan maritim, serta kepentingan nasional Indonesia, termasuk perlunya penguatan diplomasi pertahanan dan sinergi antarinstansi.

Beliau juga menekankan pentingnya pendekatan strategis berbasis kajian multidisipliner dalam memahami eskalasi konflik global, khususnya dalam kaitannya dengan keamanan maritim, jalur perdagangan internasional, serta potensi gangguan terhadap chokepoints strategis dunia.

Peserta yang hadir dalam kegiatan FGD tersebut baik secara langsung maupun secara video conference adalah semua Pejabat/Komandan Satuan terkait TNI dan TNI AL beserta jajarannya.

Forum ini juga menjadi wadah untuk memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam merumuskan langkah antisipatif dan responsif terhadap dinamika lingkungan strategis yang berkembang. Kegiatan ini berlangsung secara dinamis dengan berbagai pandangan strategis dari para narasumber dan peserta, guna memperkaya perspektif serta menghasilkan rekomendasi yang konstruktif bagi kepentingan pertahanan dan keamanan negara, khususnya di domain maritim.

pusjianmar.id

Scroll to Top