Kapusjianmar Seskoal Paparkan Pembelajaran Strategis Konflik Iran dalam Diskusi Daring Lembaga KERIS

Jakarta, 1 Mei 2026 — Kepala Pusat Pengkajian Maritim (Kapusjianmar) Seskoal, Laksamana Pertama TNI Salim, S.E., M.Phil., M.Tr.Opsla., tampil sebagai pembicara dalam kegiatan diskusi daring Space Episode 5 yang diselenggarakan oleh Lembaga KERIS, Jumat (1/5) malam.

Diskusi yang berlangsung pukul 19.00 hingga 21.00 WIB tersebut mengangkat tema “Dari Medan Tempur ke Meja Diplomasi: Analisis Pembelajaran Perang Iran bagi Indonesia sebagai Negara Kepulauan” dan dilaksanakan secara daring melalui platform X Space (@LembagaKERIS).

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten di bidangnya, antara lain Mayor Jenderal TNI Dr. Oktaheroe Ramsi, S.I.P., M.Sc. selaku Dekan Fakultas Strategi Pertahanan Universitas Pertahanan, Laksamana Pertama TNI Salim, S.E., M.Phil., M.Tr.Opsla. selaku Kapusjianmar Seskoal, Dian Wirengjurit sebagai Diplomat Senior sekaligus mantan Duta Besar Indonesia untuk Iran (2012–2016), serta Broto Wardoyo, Ph.D. selaku Ketua Departemen Hubungan Internasional FISIP Universitas Indonesia.

Dalam paparannya, Kapusjianmar menekankan pentingnya mengambil pembelajaran strategis dari dinamika konflik di kawasan Timur Tengah, khususnya terkait perang Iran, dalam konteks kepentingan nasional Indonesia sebagai negara kepulauan. Menurutnya, transformasi dari medan tempur ke meja diplomasi menjadi aspek krusial yang harus dipahami secara komprehensif, baik dalam dimensi militer maupun nonmiliter.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Indonesia perlu memperkuat pendekatan multidimensi yang mencakup aspek geopolitik, keamanan maritim, serta diplomasi pertahanan guna menjaga kepentingan nasional dan stabilitas kawasan. Selain itu, pemanfaatan forum diskusi strategis seperti ini dinilai penting sebagai wadah pertukaran gagasan lintas sektor dalam merespons dinamika global yang semakin kompleks.

Diskusi berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif dari para peserta yang berasal dari kalangan akademisi, praktisi, serta pemerhati isu-isu strategis. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran bagi penguatan kebijakan strategis nasional, khususnya dalam menghadapi tantangan keamanan dan dinamika geopolitik global.

pusjianmar.id

Scroll to Top