Surabaya, 25 September 2025 — Kepala Pusat Pengkajian Maritim (Pusjianmar) Seskoal, Laksamana Pertama TNI Salim, S.E., M.Phil., M.Tr.Opsla., hadir sebagai pembicara dalam kegiatan CSGS Lecture bertajuk “Studi Indonesia sebagai Negara Maritim: Relevansi Poros Maritim Dunia dan Tantangan Strategi Pertahanan Laut”. Acara ini berlangsung pada hari Kamis, 25 September 2025, bertempat di Hall 5A Gedung C FISIP Universitas Airlangga, Surabaya.
Dalam kuliahnya, Laksma TNI Salim menekankan pentingnya memahami posisi Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki kepentingan strategis di bidang maritim. Beliau menguraikan bahwa konsep Poros Maritim Dunia tidak hanya relevan dari sisi geopolitik dan geoekonomi, tetapi juga erat kaitannya dengan tantangan pertahanan laut yang semakin kompleks, mulai dari isu keamanan jalur pelayaran, eksploitasi sumber daya laut, hingga dinamika geopolitik Indo-Pasifik.
Lebih lanjut, Kapusjianmar Seskoal menekankan perlunya strategi pertahanan laut yang adaptif dan sinergis dengan berbagai elemen bangsa, baik akademisi, pemerintah, generasi muda maupun masyarakat maritim. “Pertahanan laut bukan hanya tanggung jawab militer semata, tetapi juga merupakan agenda nasional yang memerlukan dukungan multidisiplin dan kolaborasi regional,” tegasnya.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa, dosen, serta para peneliti dari berbagai bidang di Universitas Airlangga, yang antusias menyimak pemaparan dan berdiskusi mengenai peran Indonesia di tengah dinamika maritim global. Acara ini juga menjadi wadah penting dalam memperkuat wawasan kebangsaan dan kesadaran maritim generasi muda Indonesia.
Dengan terselenggaranya kuliah umum ini, diharapkan terjalin kerja sama yang lebih erat antara dunia akademik dengan TNI Angkatan Laut dalam memperkaya kajian strategis serta memperkuat visi Indonesia sebagai poros maritim dunia.







