TNI AL Gelar FGD Bahas Geopolitik dan Keamanan Maritim Indonesia

Jakarta — Dirjianwas Pusjianmar Seskoal Kolonel Laut (P) Supriadi mewakili Kapusjianmar Seskoal menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Staf Operasi Angkatan Laut (Sopsal) dengan tema “Analisa Geopolitik Global, Regional, dan Nasional dalam Perspektif Keamanan Maritim Guna Mewujudkan Pertahanan Laut Andal”. Kegiatan dilaksanakan pada hari Selasa, 20 Januari 2026 bertempat di Gedung Neptunus Mabes TNI Angkatan Laut, Cilangkap.

FGD dipimpin langsung oleh Asisten Staf Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops Kasal) Laksda TNI Yayan Sofiyan, S.T., M.Si., CHRMP., M.Tr.Opsla., dan menghadirkan sejumlah pejabat strategis TNI AL dari berbagai komando dan satuan

Forum diskusi ini membahas dinamika geopolitik internasional yang semakin kompetitif serta dampaknya terhadap keamanan maritim Indonesia, sebagai negara kepulauan yang memiliki jalur laut strategis dan sumber daya alam yang melimpah. Dalam pembahasan tersebut, peserta sepakat bahwa posisi Indonesia yang berada di pusat jalur perdagangan dunia menjadikan wilayah perairannya rawan terhadap berbagai bentuk kompetisi antar kekuatan global, termasuk potensi konflik hibrida dan proxy war.

Selain itu, FGD menyoroti pentingnya kemampuan antisipasi (forecasting) terhadap perubahan geopolitik global, regional, hingga nasional untuk mengidentifikasi tren dan potensi eskalasi konflik yang berimplikasi pada keamanan maritim nasional. Sejumlah choke point strategis di perairan Indonesia dinilai memiliki nilai geopolitik tinggi dan berpotensi menjadi titik rawan gesekan kepentingan di masa mendatang.

Dalam menghadapi ancaman bersifat non-konvensional tersebut, TNI AL dipandang perlu memperkuat kesiapan dan adaptasi strategi pertahanan laut melalui penguatan postur kekuatan, pemanfaatan teknologi, peningkatan Maritime Domain Awareness, serta sinergi operasi dan diplomasi maritim. Latihan maritim terpadu juga ditekankan sebagai instrumen penting pertahanan negara untuk menjaga stabilitas kawasan dan kepentingan nasional Indonesia.

FGD ini sekaligus mempertegas komitmen TNI Angkatan Laut dalam memperkuat pertahanan laut yang andal serta responsif terhadap dinamika geopolitik dan tantangan keamanan maritim di masa depan.

Scroll to Top