Pusat Pengkajian Maritim (PUSJIANMAR) seskoal telah melaksanakan penelitian bidang maritim ke Medan dengan Tujuan lantamal I Belawan,PT Waruna,PT Pelindo,PT Pelni,KNTI (Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia) dan HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) pada tanggal 15 s.d 18 Oktober 2024 dengan tema “Pembentukan Komponen Cadangan (Komcad) dan Komponen Pendukung Guna Mendukung Komponen Utama dalam rangka mewujudkan Pertahanan Negara di Laut”. dan Penelitian tersebut di Pimpin Oleh Dirjianmarnas Pusjianmar Seskoal Kolonel Laut (P) Abdul Kadir Mulku,S.E.,M.Tr.Opsla bersama Tim peneliti dari Pusjianmar Seskoal yaitu Mayor Laut (K) drg.Jarot Wicaksono,Sertu Keu/W Mufida Osiniarati,Serda Keu/W Mery Eka Agustin,dan Koptu Tlg Riswanto. Dijelaskan bahwa Pentingnya peran pertahanan laut dalam menjaga kedaulatan Indonesia di wilayah maritim menjadi perhatian utama dalam upaya penguatan sistem pertahanan negara. Dalam rangka mewujudkan visi tersebut, Lantamal I Belawan menggelar sebuah penelitian bersama dengan sejumlah pemangku kepentingan dari berbagai sektor maritim, termasuk PT Pelindo, PT Waruna, PT Pelni, KNTI (Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia), dan HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk membentuk Komponen Cadangan (Komcad) dan Komponen Pendukung sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat Komponen Utama dalam mendukung pertahanan negara di laut.
Kegiatan yang dipimpin oleh Kolonel Laut (P) Abdul Kadir Mulku, S.E., M.Tr.Opsla, selaku Dirjianmarnas Pusjianmar Seskoal, berlangsung di kantor Lantamal I Belawan, dengan melibatkan seluruh pihak terkait dalam industri kemaritiman dan pertahanan. Kolonel Laut (P) Abdul Kadir Mulku dalam sambutannya menyatakan bahwa Hal ini merupakan terjemahan dari Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, dimana Pertahanan Negara ini diselenggarakan secara total, terpadu, terarah, dan berlanjut. Sistem pertahanan negara bersifat semesta dan melibatkan seluruh warga negara, wilayah, dan sumber daya nasional lainnya.
Kerjasama Antara Lembaga dan Sektor Kemaritiman
Melalui penelitian ini, kerjasama antara TNI Angkatan Laut, BUMN seperti PT Pelindo, PT Waruna, PT Pelni, serta organisasi nelayan seperti KNTI dan HNSI diharapkan dapat membangun sinergi yang kuat dalam mendukung strategi pertahanan negara. Dalam diskusi yang berlangsung, sejumlah isu teknis dan operasional dibahas, termasuk peran sektor swasta dan masyarakat dalam mendukung kesiapan operasional dan logistik Komcad serta Komponen Pendukung.
“Peran PT Pelindo, PT Waruna, dan PT Pelni dalam menyediakan sarana transportasi laut yang cepat dan efisien sangat penting untuk mendukung mobilitas pasukan dan logistik Komcad,” ujar Direktur Utama PT Pelindo dalam kesempatan yang sama.
Sementara itu, KNTI dan HNSI Sumatera Utara juga memberikan perhatian pada pentingnya melibatkan nelayan tradisional dalam pertahanan laut. Nelayan yang memiliki pengetahuan mendalam tentang kondisi laut setempat diharapkan dapat menjadi mitra strategis dalam mengawasi dan menjaga keamanan perairan Indonesia.
Harapan untuk Masa Depan
Dengan adanya penelitian ini, Kolonel Laut (P) Abdul Kadir Mulku berharap agar pembentukan Komcad dan Komduk dapat dilaksanakan dengan baik dan menyeluruh, guna memperkuat daya tangkal Indonesia terhadap segala bentuk ancaman yang dapat merusak stabilitas negara, khususnya di wilayah laut.
“Kekuatan pertahanan negara di laut adalah refleksi dari kerja sama yang solid antara militer, sektor kemaritiman, dan masyarakat. Ke depannya, kita berharap Indonesia tidak hanya kuat dari sisi Komponen Utama, tetapi juga memiliki cadangan kekuatan yang siap beroperasi dalam keadaan darurat,” tutup Kolonel Laut (P) Abdul Kadir Mulku.
Penelitian ini juga akan menjadi dasar pengembangan lebih lanjut dalam kebijakan pertahanan negara berbasis kemaritiman yang berkelanjutan. Ke depannya, kegiatan serupa diharapkan dapat menjadi model bagi penguatan sistem pertahanan laut Indonesia di berbagai daerah.









