Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Maritim: Seskoal dan Delegasi Singapura Bahas Kelanjutan MoU dan Kolaborasi Strategis

Jakarta, 16 April 2025 – Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Laut (Seskoal) menerima Courtesy Call dari Atase Pertahanan Laut (Athal) Republic of Singapore Navy (RSN) Singapura dan S. Rajaratnam School of International Studies (RSIS), dalam rangka memperkuat kerja sama strategis bidang pendidikan militer, penelitian dan maritim antara kedua negara. Pertemuan ini membahas sejumlah agenda penting, termasuk tentang kurikulum Pendidikan Reguler (Dikreg) Seskoal, pelaksanaan kolaborasi ke depan dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD), joint publication, serta saling menghadiri berbagai konferensi atau simposium yang melibatkan TNI AL, RSN, dan RSIS. Agenda Strategis lainnya adalah menindaklanjuti kerjasama yang dituangkan dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) antara RSIS dengan Pusat Penelitian dan Pengkajian Maritim (Pusjianmar) Seskoal. Saat ini, draft MoU sedang dalam proses penyusunan dan direncanakan akan dibawa untuk pembahasan lebih lanjut dalam forum NTNT (Navy to Navy Talk) yang akan diselenggarakan pada bulan Oktober mendatang antara TNI AL dan RSN. Dalam pertemuan hari ini, Wadan Seskoal didampingi oleh Kapusjianmar, Seklem, Dirdik, Kadepjemen, Dir Kersam, serta Dir Info dan Publikasi. Draft MoU juga telah mendapat perhatian serius dan diharapkan dapat menjadi landasan kerja sama jangka panjang dalam pengembangan ilmu dan wawasan maritim strategis di kawasan. Sebagai bentuk dukungan dan komitmen terhadap kerja sama yang telah terjalin baik, Seskoal akan mengirimkan personel untuk berpartisipasi dalam ajang International Maritime Defence Exhibition and Conference (IMDEX) dan International Maritime Security Conference (IMSC) 2025. Partisipasi ini diharapkan dapat memperkuat hubungan profesional antara TNI AL, RSN  dan RSIS, serta memperluas jejaring internasional dalam bidang pertahanan maritim. Harapan ke depan agar kerja sama dengan RSN dan RSIS dapat terus berkembang dalam berbagai bentuk yang konstruktif dan berkesinambungan, termasuk dalam hal pertukaran pengetahuan, pengembangan kapasitas, dan kerja sama dibidang akademis dan pendidikan. Rencana pelaksanaan FGD dan joint publication menjadi langkah awal konkret yang akan diakomodir secara maksimal. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Singapura, khususnya dalam bidang pendidikan militer dan strategi maritim, demi menjaga stabilitas dan keamanan kawasan.

Scroll to Top